About Me

24 February 2009

Only a Joke

It is funny how GOD is trying to teach us into maturity.

Something happened.
It started with sympathy.
It processed to care.
It ends with sorrow.

It is not the end though.
It is a start for a new challenge.
On just how we are receiving and treat the challenge.

I once get mad to my friend, when she said that "hey, u know, life is funnier than a joke, trust me, time will tell"

How could she compare my sorrow with a joke.
"Arrgghhh... you are not my friend at all"

As I was still to deep to feel, or think, that I was in sorrow.
As I was still trying to understand that this is for the best.
As I was still trying to see that it means less than I imagine.
To let go.
Be the earth.
Then the time tells.

Something happening again.
Starting with sympathy.
.........
Do I want to go through with this again?

So many challenge YOU gave us.
It is all to teach us into maturity.

And you never know how mature you are if you did not take the challenge.

One thing for sure.
Any decision comes with consequences.
Are you strong enough to take the consequences.
Or are to stiff with your decision.

You decide.

(Dear BF... Thank you for sharing this story.
And I hope that you will see how mature you are now)

18 February 2009

Terlalu Berlebihan

"Hey... Kamu kenapa? Kamu tersenyum... Tappiii, mata kamu... terlihat begitu sedih... Terlihat begitu bingung... Apakah kamu sakit?"

"Apa yang bisa aku lakukan? Apa yang bisa aku bantu?"

Kata-kata yang begitu penuh dengan perhatian...
Tapi...
Begitu tidak berarti baginya...

Sakit... Sepertinya tidak pernah pergi dari kehidupannya.
Dia akan datang setelah sejenak merasakan kenyamanan dan kebahagiaan.
Dan akan datang kembali dengan jumlah yang lebih besar.
Lebih banyak.
Lebih...

Saat dia sampai, dia akan membuka emailnya. Dia akan membuka cettingnya. Dia akan membuka segala sesuatu yang harus dikerjakannya.
Semuanya sudah jelas.
Sudah ada dalam pikirannya.
Semuanya hanya membutuhkan sentuhan tangannya dan kesungguhan di hatinya.

Tapi... Semuanya hanya terbuka begitu saja.
Tanpa diberi sentuhan.
Tanpa ada perhatian.
Detik demi detik terlewatkan tanpa hasil yang pasti.
Bahkan tanpa apa pun.

Hanya sepasang tatapan kosong yang penuh dengan air.

Dia bahkan tidak menyisakan tempat untuk laparnya...
Tidak juga untuk hausnya...
Hanya hisapan demi hisapan...
Hanya...

Dia berusaha untuk berdiri tegap...
Dia berusaha untuk bersuara kuat...
Dia berusaha untuk melangkah cepat...
Tapi...

Hutan... Laut...
Andaikan dia bisa mencapainya...
Mungkin akan lebih memberikan kenyamanan...

Jauh... Hilang... Tidak ada kewajiban... Tidak ada yang mengganggu...

Hanya dia dan hatinya...
Hatinya yang harus diajak berdamai...
Akankah bisa???
Kapan???

Tidur...
Tanpa mimpi...
Tapi...
Akankah pagi menjemputnya kembali dalam kepedihan...